Chat Pertama Setelah Match: 25 Contoh Pembuka yang Bikin Dibalas
Match sudah didapat, lalu layar chat kosong dan kamu bingung harus menulis apa. Tenang, ini dialami hampir semua orang. Chat pertama setelah match tidak perlu lucu atau puitis. Cukup menunjukkan bahwa kamu sudah melihat profilnya dan memberi pertanyaan yang mudah dijawab. Berikut rumusnya, lengkap dengan 25 contoh.
Rumus pesan pembuka: sapaan + detail profil + pertanyaan terbuka
Pesan "hai" saja membuat lawan bicara harus bekerja keras mencari topik. Sebaliknya, pesan yang menyebut sesuatu dari profilnya menunjukkan perhatian dan langsung memberi arah obrolan. Formatnya:
- Sapaan singkat dengan namanya.
- Satu detail dari foto atau bio.
- Pertanyaan terbuka yang tidak bisa dijawab dengan "ya" atau "tidak".
Contoh: "Halo Dina! Foto di pantai itu bagus banget. Itu di mana? Kelihatannya sepi dan masih bersih."
Contoh berdasarkan foto
- "Itu foto di puncak gunung apa? Sudah lama aku ingin mendaki, tapi belum tahu mulai dari mana."
- "Kucing di fotomu namanya siapa? Kelihatannya dia yang berkuasa di rumah."
- "Kamu pegang kamera di foto ketiga. Biasanya suka motret apa?"
- "Itu kamu yang masak di foto itu? Kalau iya, aku penasaran menu andalanmu."
- "Fotomu di konser itu seru. Konser terbaik yang pernah kamu tonton apa?"
- "Lapangan badminton di foto itu dekat rumah? Mainnya rutin atau kalau diajak teman saja?"
Contoh berdasarkan bio
- "Kamu tulis suka kopi. Tim kopi susu atau tim kopi hitam?"
- "Bio-mu bilang suka baca. Buku terakhir yang bikin kamu susah berhenti apa?"
- "Guru TK! Pasti punya banyak cerita lucu dari murid. Yang paling berkesan apa?"
- "Kamu tulis ingin keliling Indonesia. Sudah berapa provinsi yang kamu datangi?"
- "Suka film horor tapi takut gelap, itu kombinasi yang menarik. Film horor favoritmu apa?"
- "Kerja di rumah sakit pasti jadwalnya tidak menentu. Kalau libur biasanya ngapain?"
Contoh ringan untuk profil yang sedikit informasinya
- "Halo! Profilmu misterius, jadi aku tebak dulu: kamu tipe yang suka pantai atau gunung?"
- "Hai! Pertanyaan penting: martabak manis atau martabak telur?"
- "Halo, hari ini kegiatan paling seru apa?"
- "Hai! Kalau besok libur mendadak, kamu akan melakukan apa?"
- "Halo, makanan apa yang selalu kamu cari kalau pulang kampung?"
Contoh sedikit bercanda
- "Aku sudah lihat semua fotomu dan masih tidak bisa menebak kamu suka nasi uduk atau nasi kuning. Tolong bantu."
- "Kita sudah match, jadi menurut aturan tidak tertulis kita wajib saling merekomendasikan satu lagu."
- "Pertanyaan wawancara pertama: kalau jadi makanan, kamu jadi apa dan kenapa?"
- "Aku punya teori bahwa orang yang suka kucing pasti suka hujan. Benar tidak?"
Contoh untuk yang serius mencari pasangan
- "Halo, aku baca kamu mencari hubungan serius, sama denganku. Boleh kenalan pelan-pelan?"
- "Hai, profilmu terasa tulus. Apa yang paling penting buatmu dalam hubungan?"
- "Halo! Kamu tulis dekat dengan keluarga. Tradisi keluarga yang paling kamu suka apa?"
- "Hai, terima kasih sudah match. Aku penasaran, apa yang membuatmu mencoba aplikasi ini?"
Setelah dibalas: menjaga obrolan tetap hidup
- Tanggapi, lalu bertanya balik. Jangan langsung lompat ke pertanyaan berikutnya seperti wawancara. Tanggapi jawabannya dulu, tambahkan cerita kecilmu, baru bertanya lagi.
- Gali satu topik lebih dalam daripada membahas sepuluh topik sekilas. "Kenapa kamu suka mendaki?" lebih bermakna daripada "Hobi lainnya apa?"
- Seimbangkan panjang pesan. Kalau dia membalas dua kalimat, jangan kirim lima paragraf.
- Butuh bahan? Lihat daftar pertanyaan untuk kenalan dan topik obrolan agar tidak garing.
Kesalahan yang membuat chat berhenti
- Hanya "hai", "p", atau "lagi apa?".
- Langsung memuji fisik secara berlebihan atau bernada seksual. Ini membuat banyak orang langsung tidak nyaman.
- Langsung meminta nomor WhatsApp atau foto tambahan.
- Mengirim pesan beruntun saat belum dibalas.
- Menjawab hanya satu kata tanpa pertanyaan balik.
Kalau obrolan sudah nyaman selama beberapa hari, langkah berikutnya adalah voice call pertama.
Ringkasnya: sapa dengan nama, sebut satu detail dari profilnya, dan ajukan pertanyaan terbuka. Tanggapi jawabannya, gali satu topik lebih dalam, dan hindari pesan pendek tanpa arah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Siapa yang sebaiknya chat duluan setelah match?
Siapa saja. Menunggu lawan bicara memulai sering membuat match menganggur sampai keduanya lupa. Kalau kamu tertarik, sapa duluan.
Berapa lama setelah match sebaiknya mengirim pesan?
Lebih cepat lebih baik, idealnya di hari yang sama ketika ketertarikan masih segar. Tidak perlu strategi menunggu supaya terlihat jual mahal.
Bagaimana kalau pesan pertama tidak dibalas?
Kirim satu pesan susulan ringan setelah satu atau dua hari. Kalau tetap tidak dibalas, lepaskan dan lanjut. Itu bukan penilaian tentang dirimu; banyak orang jarang membuka aplikasinya.
Cari jodoh dengan aman dan seru
Cari Jodoh adalah aplikasi kencan khusus 18+ dengan verifikasi wajah, voice room, panggilan suara 1-on-1, serta fitur report & blokir.
Kenali aplikasi Cari Jodoh